What is Dyspraxia?

Seseorang dengan dyspraxia/dispraksia mempunyai masalah dalam membuat ide, perencanaan, dan mengeksekusi gerakan. Dispraksia biasa dikenal dengan sebutan Motor Planning Disorders. Orang dengan dispraksia sulit merencanakan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Mereka sulit melakukan gerakan-gerakan koordinasi motorik kasar dan halus. Dispraksia mempengaruhi tiga area perkembangan anak: Oral, yaitu mempengaruhi segi organ wicara anak. Verbal, mempengaruhi segi pengucapan dan berbahasa anak. Gerakan, mempengaruhi koordinasi gerakan motorik halus maupun motorik kasar.

Meskipun dispraksia tidak mempengaruhi kepintaran seseorang, namun sangat mempengaruhi prestasi akademis, perilaku, dan sosial-emosional anak. Oleh sebab itu anak dengan dispraksia masuk dalam karakteristik anak dengan kesulitan belajar spesifik/khusus (specific learning disabilities)

Mengapa Intervensi Dini Sangat Penting?

Meskipun dispraksia tidak bisa disembuhkan, namun dengan diagnosa dini dan penanganan lebih awal akan dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul dari kondisi dispraksia yang disandang anak. Intervensi dini akan memberikan keadaan lebih baik saat anak bertumbuh menjadi dewasa. Intervensi dini termasuk: Occupational Therapy untuk mengatasi koordinasi gerak, Speech Therapy untuk menangani gangguan perkembangan wicara dan berbahasa, dan Play Therapy untuk membantu koordinasi gerakan pada anak. Orang tua yang mengerti dan memahami penanganan dispraksia akan sangat menolong anak mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi serta membantu mereka mencapai potensi yang optimal.

Facebook
Twitter
LinkedIn